Showing posts with label thoughts. Show all posts
Showing posts with label thoughts. Show all posts

Friday, December 23, 2011

Today? All is well!

Hari ini hari yang cukup produktif untuk gue.

Oh, bukan, bukan soal kerjaan. Bahkan, kalau boleh jujur.. hari ini gue gak nyentuh kerjaan sama sekali. Why?
1. Hawanya hawa liburan woooooy! (Padahal mau setiap hari libur juga bisa hehe)
2. I'm just not in the mood for working today (excatly what i said before).


Bok, ada gak sih yang ngerasa kalo Natal taun ini tuh cepeeeeet banget datengnya. Rasanya kaya yang kita sempet ngelompatin beberapa bulan gitu aja, tau-tau udah akhir taun aja.. and to be honest, GUE BELUM SIAP NATALANNNNN!

Natal seharusnya jadi pengalaman kontemplatif yang heartwarming dan mencerahkan. Bukan cuma sekedar tanggal merah yang lewat gitu aja kaya tanggal merah lainnya! Dan gue merasa taun ini gue belum sempet ngapa-ngapain untuk menyambutnya.. bebenah diri aja gak sempet! Semua berantakan deh berasanya. Ya idup gue, ya perasaan gue, ya pikiran gue, ya kamar gue (eaaaa), ya rencana bisnis gue.. yaaaa... semuanya deh berantakan!

*uwek-uwek rambut tanda stress*

Baiklah, gue cerita aja ah..

Jadi, gue janjian kemaren sama bos dari kantor lama, mau main kesana hari ini.. Sekalian kemarin dari Bali sempet beliin kacang kedoyanan si bos-bos juga.. jadi sekalian main lah, kangen juga ngobrol (baca:gosip) sama mereka :)

Singkat cerita hari ini gue datenglah ke kantor lama ituh, jem 10 lewat.. Bermodalkan beberapa bungkus kacang bali dan kacang disko (dan buku Nina untuk si bos), gue parkir ditempat biasa gue parkir dan melenggang masuk seperti dulu hahahaha!

Kantor sepi, bok. Udah pada cuti.. buset, dulu gue mau cuti sebelom Natal tuh ya ribet banget bok kerjaannya. Tapi mungkin sekarang keadaannya beda, baiklah, no more complaints. *seleting bibir* :)

Btw, bisa ngobrol dan catch-up sama ex-bos2 gue itu.. hiburan. Setiap kali ngobrol sama mereka pasti ada beberapa hal yang bisa gue pelajarin.

So? What's the lesson of the day?
1. Untuk menjadi orang yang baik, dibutuhkan itikad baik dan perbuatan yang baik pula.
2. To gain respect, you gotta respect at the first place, lah.
3. You cannot tell the warmth until you feel it, right? :)

Gue bersyukur hari ini gue bertemu mereka.. seakan-akan gue diingatkan sekali lagi akan impian gue saat nanti gue punya karyawan *amin*. I know what I wanna be like when I become a boss - dan setelah karyawan gue nanti akhirnya menjadi ex, I know what I wanna be like when I become an ex-boss. I will be a friend who actually cares. Just like my ex-bosses do.

Meskipun gue cuma bawa kacang, tapi gue disambut. It's a great feeling, really.. bukan cuma itu aja. Gue tiba-tiba dibawain sekotak cake dari toko kue terkenal itu tyuuhhh.. "buat Alwin," kata ex-boss gue.

Gue cuma bisa bersyukur kalo gue bisa punya ex-boss yang care bukan cuma sama gue, tapi sama keluarga gue.. Tuhan baik banget, dan gue berdoa supaya berkat terus melimpah atas usaha dan keluarga mereka.

Semenjak bokap retired, udah ampir ga pernah keluarga gue dapet parsel atau kiriman kue. Tahun ini pun kita nggak dapet.. nggak mikir juga pengen dikasih atau apa.. Tapi tahun ini Tuhan kasih kue lewat mereka. Sepele? Mungkin, buat lo. Buat gue? I am so so blessed.


Don't you think me and my family is special to Him? :')

Setelah itu pulang ke rumah, terus pergi bentar ngurusin unfinished business sebelum Natal tiba.. dan gue tiba-tiba merasa... I'm so ready for Christmas :)

I wish you are, too.
Have a merriest Christmas ever when Jesus born again in our heart :)
GBU

Tuesday, November 22, 2011

everybody's changing, rite?

Saya sudah berubah, begitu klaim saya di awal post ini.

Saya, yang begitu sulit menghadapi perubahan. Ya, saya dulu begitu sulit menghadapi perubahan. Belum lagi gejolak drama queen dalam diri saya ini.. Setiap kali saya dihadapkan dengan perubahan tiba-tiba, tanpa persiapan, saya ambruk.

Dulu, sebelum koko saya kuliah.. ada keinginan dan rencana doi untuk kuliah di Jerman.. entah ngambil apaan, pokonya pergi jauh.. Bokap dan nyokap, tentu saja, support. Mereka selalu support apapun keputusan kami, asal kami bisa mempertanggungjawabkannya. Saya? Nangis semalaman.. karena saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan kalau koko saya jauh. Padahal saat itu keluarga saya termasuk yang sudah familiar dengan internet.

Contoh lagi. Waktu hamster saya mati dimakan makhluk tidak jelas, disinyalir sih tikus. Saya nangis lagi, semalaman pula meratapi nasib dua hamster pertama saya.. Taro dan Mimi, namanya. Belum cukup dramatis? Ya, saya menggunakan hanya baju berwarna hitam selama seminggu ke kampus dalam rangka berduka. Kasian ya? :)

Kalau mau ditarik timeline yang lebih panjang ke belakang, waktu adik saya lahir saya berumur 8 tahun.. dan karena pada dasarnya saya memang manja pada orang tua saya, agak sulit menerima bahwa saya bukanlah si bontot lagi. Nilai-nilai saya menurun karena saya tidak belajar.. hanya karena bokap dan nyokap tidak memiliki waktu banyak untuk mengajari saya lagi (kan, adik saya pas lahir sakit-sakitan.. jadi... ya gitu deh). But my parents figured things out pretty fast, tho. Setelah mereka bisa menghadapi 'perubahan permanen' tersebut, kehidupan saya dan kami pun kembali normal.

Butuh waktu cukup lama untuk saya dapat memahami arti sebuah peristiwa.. arti sebuah perubahan dalam hidup.. karena zona nyaman itu mengikat sekali, bukan? Once you feel comfortable, you will attached to it and never wanna change.

Yang paling susah untuk dihadapi adalah perubahan orang-orang terdekat. Tapi, manusia pada dasarnya akan terus berevolusi.. begitu pula dengan pemikiran dan perasaan mereka. Dulu saya bisa frustasi sekali melihat keluarga/sahabat/orang terdekat saya berubah. Kesukaan mereka berubah, gaya mereka berubah, saya kadang tidak mengerti, we have the best thing in the world, why wanna change? Tapi.. evolusi terjadi, my friend.

Dan sekarang, saya nyaris yakin bahwa nothing really lasts forever, kecuali cinta Tuhan pada manusia.. dan cinta Fitri kepada Farel #edisiCintaFitri #eaaa wekekkekeke :p

Setelah itu, perlahan-lahan saya mulai mengerti bahwa... semuanya berubah. Seperti skill masak saya... ciciciiiiiwww *OOT sekaligus pamer

Tapi yaa, namanya juga saya masih manusia biasa, belum jadi santa, orang suci atau bahkan malaikat.. Masih susah, bok, menghadapi yang namanya perubahan. Nangis semalaman - dua malam - satu bulan - tiga bulan, dst juga tetap dilakoni dengan begitu dramatisnya..

.. dan saya berubah.

Mengetahui bahwa saya berubah, seiring jalannya waktu.. saya lebih bisa menerima bahwa, semua orang di dekat saya juga pasti akan berubah.. dan apakah perubahan itu dapat mempengaruhi hubungan saya dan orang-orang tersebut adalah sebuah proses hidup.

Banyak teman/sahabat datang dan pergi, tapi saya tidak menganggap bahwa mereka tidak layak untuk tetap saya pandang baik.. tapi begitulah hidup. Seperti kita, merekapun dihadapi oleh pilihan-pilihan yang diyakini terbaik untuk diri mereka sendiri. So I just gotta.. deal with it and wish them the best!, sekaligus berharap semua teman/sahabat/siapapun yang mengenal saya bisa mengerti bahwa saya pun pasti berubah, kadang meninggalkan semua apa yang dulu saya anggap menyenangkan atau keren, atau bahkan hal-hal yang dulu kayanya tuh, oen-banget!

Terkadang saya salah pilih, tapi namanya juga proses. Saya akan menemukan jalan yang benar lagi, pastinya.. maafkan bila telah merugikan, dan tetap doakan saya ya! Saya pun akan melakukan hal itu ;)

Ngomong-ngomong soal perubahan. Dulu saya ingin hidup di kota, yang modern. Sekarang? Sebuah peternakan dan perkebunan kecil.. udara segar dan rumput hijau yang luas membuat saya senang! Tapi saya tetaplah saya... internet tetep harus ada! Hahahaha :D

Beberapa daftar perubahan #random saya yang lain:
1. Dulu saya tidak suka warna merah, sekarang saya suka banget!
2. Dulu saya pakai S, sekarang saya.. pakai M #Kesian #Gendoot #IniMahNasib
3. Dulu saya Sanguin-Melan, sekarang saya Sanguin-Koleris. Sedap gak tuh!
4. Dulu saya menganggap Salmon adalah ikan terbaik, sekarang buat saya.. ikan asin is the best!
5. Dulu saya suka banget makan di luar, sekarang? Masak aaaah! (Seriously it's a big change loh, dulu saya selalu bilang ke nyokap, saya pakai koki aja nanti, gak perlu ke dapur! dan sekarang.. dapur itu menyenangkan!)
6. Dulu saya kalo ngomong gerabakan, asal tembak yang penting seneng, sekarang lebih bisa mikir. Huhuhu
7. Dulu saya males banget ngurusin alat dandan.. sekarang saya sukaaa! Siapa yang mau didandaninnnn ngacunggg!
8. dan lainnya, masih banyak!

Terlepas dari perubahan-perubahan dalam diri saya, seperti yang sudah saya bilang diatas, saya tetaplah saya. Ada yang berubah, ada pula yang tetap sama. Saya tetap penyuka doraemon. Saya tetap penggila babi. Saya tetaplah oen yang suka tertawa keras-keras.

Saya akan terus berubah, sebagai pertanda bahwa saya tetap menikmati proses hidup sebagai sioen ;)

ps. terlepas dari saya berubah atau nggak, saya nggak pernah suka sama dia. Jadi lo ga usah ngaku-ngaku! .. and leave me alone - nevertheless I will keep ignoring you.

Friday, November 11, 2011

Tanggal bagus

Tanggal yang ditunggu-tunggu dateng juga. Tanggal 11, bulan 11, tahun (dua ribu) 11. Saya nggak tau berapa banyak pasangan yang menikah hari ini, jadian hari ini, tunangan hari ini, atau ibu-ibu yang rela untuk di-caesar demi melahirkan hari ini juga.. tapi rasanya banyak ya? :)

Bahkan pada jam 11 lewat 11 tadi banyak yang ngetwit (termasuk saya), bahkan make a wish di timeline saya. Serunya lagi, banyak sekali seruan senang, bahagia, antusias, excitement, semua yang bagus-bagus, agak berbeda dengan hari Jumat - hari Jumat lainnya. Sampai tadi saya sempat kepingin ngetweet, "Guys, hari ini hari Jumat loh.. JUMAT! *merusak momen*", tapi saya urungkan. Let people have their moment while I'm having mine.


My moment? Apa yang terjadi pada dunia saya hari ini?

Nothing special, really. Saya bangun, masih batuk (tapi berkat V*cks Formula udah mendingan), kepingin masak (this is common these days.. everytime i wake up i just wanna cook. #EfekMasterchef), lalu menunda keinginan tersebut sesaat untuk menyelesaikan kewajiban saya... Setelah email dikirim dan pekerjaan dirapikan sejenak, saya turun ke bawah.. masak.

(Kalau anda tidak menemukan kata 'mandi', sungguh bukan kesalahan mata anda.)

Hari ini saya masak Spinach Frittata, btw. :)

Lalu saya mandi *akhirnya*, dan kembali berkutat di depan komputer.. instead of working, saya malah ngeblog. Lah! Penting banget kayanya nih!

Tapi saya berpikir, segitu spesialnya kah hari ini? Sampai derita hari Jumat tidak terasa mengganggu lagi? (Prinsip "Thank God it's Friday but WHAT THE HECK IS WRONG WITH YOU JAKARTA?! MACET AMAT SIHHHH!!" applied.) .. dan mendadak semua jadi serba berlebihan. Yang hepi jadi hepi banget, yang excited jadi excited banget, yang galau jadi.... semakin galau. Wakwaw.

Segitu spesialnya kah hari ini, sampai-sampai pasangan yang pada ngirimin undangan pernikahan tanggal sekian-november langsung ditanyain, "Kok kawinnya nggak tanggal 11 aja?" #eaaa

Setelah dipikir-pikir lagi, selain mereka yang membuat tanggal ini jadi sesuatu yang spesial di hidup mereka (jadian, tunangan, merit atau melahirkan), rupa-rupanya mungkin cuma sekedar.. ikut-excited aja. Tenggelam dalam histeria seluruh dunia bahwa hari ini adalah hari yang sungguh-amat-sangat-spesial-sekali.

Tapi, tenggelamnya kalau saya perhatikan malah jadi positif (tidak termasuk yang galau semakin runyam itu ya.. mereka eksepsional deh). Bayangkan aja, sebuah tanggal bisa membuat hampir seluruh timeline menjadi ceria, tidak bersungut-sungut, gembira dan hiphiphura itu.... fenomenal (menurut saya, lho).

.. dan alangkah bahagianya yaa kalau setiap hari dunia seperti itu. Bukan cuma di timeline, tapi lebih di hati. Adem pastinyooooo.

Intinya sih, hari ini.. cuma angkanya aja yang bagus buat saya. Tapi meaningnya? Just like the other day. Sama-sama seru, sama-sama menyenangkan, sama-sama pusingnya (ini pas bagian mikirin duit-cariduit-(mesti)keluarinduit), sama-sama kenyangnya (Puji Tuhan masi boleh masak dan makan enak).

Menurut pikiran saya yang sotoy, yang bisa bikin fenomenal sebuah hari yaa, bukan eventnya. Tapi pikiran dan sikap hati kita. Kalau terus-terusan diisi sama kegalauan dan emosi buruk, yaa kapan mau tumbuh bunganya? Buang awan hitamnya dulu supaya sinar matahari bisa jadi vitamin yang menyehatkan untuk 'bunga-bunga' kita! ciciciiciiiiiu

.. and everyday will be hell-awesome, just like today.. and every other day. Ada amin?

Buset! Udah jem segini, kerja lagi ah!

Selamat 'tanggal bagus' ya hari ini.
Semoga besok, lusa, dst dst bisa jadi 'tanggal bagus' lainnya disetiap hari kita :)

Monday, July 18, 2011

Kapan nyusul? Bokkkk!

Satu pertanyaan dalam batin saya (terinspirasi dari banyaknya pertanyaan, "KAPAN NYUSUL" dalam beberapa tahun belakangan),

How.. if i choose the wrong person?

.... ngeri, bok. Apalagi, dalam kepercayaan saya, menikah itu sakral abis. Dilakukan hanya sekali seumur hidup, dalam arti, tidak ada tuh istilah perceraian. So how if i take the wrong path? Marrying the wrong person. Will my life become the hell on earth? Or will I become the unhappiest person in this whole universe? Is there any chance for me to be happy again? How about my "right" one? Where is he? What is he doing now? Is he married? Happy? or as miserable as I am?

No offense, tapi bingung aja sama orang yang suka kasih saran: "Udah jangan terlalu milih-milih.. nanti jodohnya diambil orang.", atau, "Kriteria rendahin dikit.. jangan tinggi-tinggi.."

And I was like, What the buck?!

Jangan pilih-pilih gimana maksud lo? It's a matter of lifetime choice, loh. Saya beli sepatu aja kadang ditinggal pulang dulu, dirasa-rasa. Kalo kepikiran dan bangun dalam keadaan ngebet baru saya balik lagi dan beli itu sepatu!

Ada juga lho yang bilang, saya ini sebenarnya KESEPIAN.

Woooooo.

Saya gak mau bilang: EH KAGA YA! karena saya - dan setiap cewek dewasa keren tapi single lainnya, pastinya pengen juga punya seseorang yang bisa membuat hidup saya layaknya taman hiburan.. kadang naik rollercoaster.. kadang romandut kaya naik carousel.. kadang bumpy kayak main bombomcar..

Tapi yang jelas, saya nggak mau kaya beli kucing dalam karung. Asal pilih cuma karena perasaan awal semata, lalu memasang borgol tanpa lubang kunci yang tidak terlihat dengan orang yang.. let's say baru saya kenal sekian bulan.

Saya mungkin kesepian. Tapi saya tidak bodoh. Tidak segitu bodohnya untuk mengorbankan seluruh hidup saya untuk bersama orang yang salah, atau Mr. Right (now). Saya memilih mengorbankan waktu saya sekarang (dan gak kawin muda) untuk berjalan dengan langkah ringan tanpa beban sampai Bapa mempertemukan saya dengan Mr. Oen :D *maaf, feminisnya keluar*

Saya mungkin kesepian. Tapi saya berhak bahagia. Sekarang. Nanti. Sampai 20 tahun lagi. Sampai 50 tahun lagi. Sampai Bapa memanggil saya pulang.

Yakannnn?

Sunday, March 27, 2011

smartphone for (not so) smart people.

Kata orang, kemajuan jaman adalah: saat meraih dunia hanyalah sejauh satu sentuhan jari.

Kayak internet, siapa sih jaman sekarang yang nggak tau kegunaan internet? Dari nenek-nenek, sampai bocah SD udah gape pakai internet (bahkan konon katanya anak SD jaman sekarang diajari di sekolah bagaimana cara menggunakan google untuk mencari suatu topik. Keren ya?).

Belum lagi maraknya smartphone baik yang tombolnya buanyaaaak sampai layar sentuh, dari merk lokal, cina sampai kanada yang dengan begitu mudahnya terkoneksi pada internet. Seorang teman bercerita pada saya bahwa asisten rumah tangga-nya pun memiliki akun fesbuk.

Saya cukup yakin pengunaan pulsa para asisten rumah tangga tersebut pasti diatas penggunaan pulsa saya. Hihihi.

Sebagai penikmat teknologi, saya pun cukup excited dengan apapun perkembangannya. Tidak perlu repot mengingat tanggal ulang tahun teman-teman, reminder yang tertera di pojok kanan atas jejaring sosial favorit sejuta umat telah sukses membuat saya (dan kamu kamu semua) menjadi orang yang tidak pernah melupakan ulang tahun teman-temannya.

Berkirim surat atau dokumen pun sekarang dipermudah. Kalau dulu hardcopy adalah segalanya (walaupun hanyalah berupa dokumen yang di fotokopi), saat ini tinggal scan, lalu attach dan send. Mudah sekali!

Sebut, belanja online. Dulu harus muter-muter mal, atau mangga dua. Sampe pegel, keringetan, belom lagi harus keluar biaya makan, biaya parkir, ngemil, terus belanja ini itu yang lucu-lucu. #eh! Kalau sekarang, tinggal klik, klik, sms, transfer, dan nunggu barangnya datang. Yaa, kekurangannya sih, bisa salah ukuran, atau bahan dan foto nggak sinkron. Paling apes yaa, ternyata duit kita dibawa kabur :(

Di sisi sebaliknya, untuk promosi bisnis/usaha kita juga, asik banget sekarang.. tinggal build satu web/blog atau bahkan akun baru di fesbuk, voila!

Ngobrol dengan teman di luar pulau atau luar benua pun jadi lebih mudah. Dulu hanya bisa text chatting, lalu bisa audio chat, sekarang pakai skype atau facetime bisa tatap-tatapan.


Life should be easier with technology!

... should be, loh.

Nyatanya, terkadang hidup saya malah jadi semakin susah, bukan karena saya gaptek (yaa ga gape gape amat sih, tapi ga sampe gaptek juga deeeeh) tapi karena nilai dari suatu komunikasi sudah bergeser mundur rupanya.

Contoh, saat dahulu BB belum marak, apabila ada telepon atau hendak membalas SMS aja rasanya risih, sampai-sampai kata "maaf" biasanya terucap sebelum seseorang mengalihkan perhatiannya sejenak untuk mengangkat telepon atau membalas pesan tersebut.

Sekarang? Duduk satu meja tapi dua-duanya asik bermain dengan gadget-nya. Mengobrol sudah tidak seru lagi karena sang lawan bicara seringkali teralihkan perhatiannya karena asik dengan ponselnya.

Sampai-sampai saya malas kalau diajak bertemu dengan beberapa oknum (hey, it could be you..tee-hee!) karena buntut-buntutnya kejadiannya bakalan kayak begitu lagi. Neg-think? Mungkin juga. Tetapi hal kaya gitu sudah membudaya, rupanya. Jadi mungkin untuk saya (yang nggak ber-BB) rasanya menyebalkan sekali, tapi untuk BB abuser, ah.. biasa aja lagi!

Yak, postingan ini ditujukan untuk para BB abuser (pengguna BB yang nganu-nganu gitu deh), so if you think you're one of them and you think you might be pissed by this, SCRAM!

Btw, beberapa kali saya ditabrak sama para BB abuser tersebut karena matanya sibuk tertuju pada sang gadget, sambil jalan, dong! (tolong di garis bawahi kata 'ditabrak'-nya)

Tanpa bermaksud menyerang siapapun yang merasa pengguna BB, tapi buat saya, BB abuser ini sudah mengganggu sekali.

Nggak cuma sekali saya menemukan pesan penting di YM saya, sifatnya minta tolong atau reminder. Sebagai non-BB user saya hanya menyalakan YM saya pada saat jam kerja (Senin-Jumat 9-6) dan selebihnya off (termasuk weekend).

Alhasil, pesan tersebut yaa jadi basi aja, gitu. Saya selalu bilang, kalau ada yang penting, langsung SMS aja atau telepon.. SMS lebih baik karena saya nggak perlu mengingat setiap detil apa yang diminta, tinggal baca ulang aja pesannya. Kalaupun saya nggak langsung menjawab karena sibuk pun, empat kali empat sama dengan enam belas. Sempat nggak sempat, nanti pasti dibalas! #eaaa

Reaksinya? Yang positif adaaa, tapi yang nyebelin lebih banyak.
"Alaaaah, pake BB dong makanya! Biar bisa langsung BBM-an.."
"Ah, sayang pulsanya!" >> uhuk. plis deh.
"Gue pikir lo pake BB."

1.. 2.. 3..
Eaaaaaa!

Ada kasus lain, orang ini minta tolong menggunakan fitur mesej di fesbuk. Okelah kalau dia nggak tau nomer telepon saya, atau misalnya dia mau ngetik panjang lebar tapi tidak tahu alamat email saya.. tapi kalau minta tolongnya di wall? #EhTolongDong!

Ada lagi, minta tolong di twitter, baik mention, maupun DM. Alhasil, sekip sana sini, bok! Kalau udah kaya gitu, salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen guwwweee?

Saya ngaku nih, saya menghabiskan waktu lebih dari setengah hari saya berhadapan dengan internet, baik di kantor (jam 9 ke jam 6 sudah 9 jam yaa..) sisanya paling twitteran di rumah yang ber wi-fi. Tapi itu nggak berarti hidup saya 24 jam sehari ada di dalamnya kan? Emangnya saya nggak ada kerjaan lain di kantor dan di rumah selain internetan?

Saya nggak mau bilang saya anti-BB atau sejenisnya, karena memang saya nggak ada masalah sama gadget tersebut ataupun penggunanya.. tetapi pergeseran mundur nilai sebuah komunikasi tersebutlah yang membuat saya antipati sama BB-abuser (Note: ga semua BB user itu BB abuser loh ya!).

Bukannya gimana ya, pake BB sih gapapa, silakan aja, tapi kalo dikit-dikit ngeluarin BB, digenggam kemana-mana, terus ngabarin, minta tolong atau apapun pake socmed, tuh, nggak keren gimana banget juga, kok.

... apalagi kalo itu ponsel pintar cuma bisa untuk internetan doang.. alias nggak punya pulsa buat SMS atau telepon... NORAK BANGET TAUKKKKKK! :p

*pis ah!

Friday, March 25, 2011

Wanita dijajah pria... NOT!

Akhirnya posting lagi, yay!

Kemarin ini Maria sempet share artikel yang ditulis sama Samuel Mulia di situs fimela.. judulnya Wonder Woman. Asli, saya yang suka berasa setengah laki (ini bukan pengaruh jakun loh ya!) karena saya kurang suka menye-menye khas cewek dan kadang berpikir seperti pria, tetapi merasakan - seperti layaknya wanita - sukses bangga menjadi seorang wanita!

Mulai hari ini saya wanita tulen! (Bagian jakun itu di ignore saja lah ya?)

Ada satu kalimat yang menarik sekali buat saya.
"... , tetapi mereka sudah terbiasa kesakitan."

Selanjutnya dibahaslah soal kejadian-kejadian biologis yang menyatakan bahwa wanita itu menderita sejak muda. Datang bulan saat masih pra-ABG, lo kate kaga panik ngeliat darah ngalir dari organ 'sakral' tersebut?

Lalu dibahas juga soal first-blood pada malam pertama. Kalau nggak berdarah, gitu gono gini, anu itu. Lalu beban saat hamil, lalu melahirkan.... wuiidiiihh!

Saya sering bilang ke semua orang yang saya kuliahi soal feminisme kalau topiknya memang mengarah kesana (kadang saya sih yang ngarahin ke sana :p #Ngaku). Dengan senang hati saya ulangi dan ulangi lagi bahwa wanita itu menderita sedari muda, setiap bulan mengalami sakit fisik termasuk dalam periode tersebut, sebut aja nyeri perut, pegal-pegal, keleyengan, dan lainnya. Yaa, doyan makan itu anggap saja bonus, lah.

Belum lagi masalah hormon yang tidak dapat diobati walau sudah memakan coklat sebanyak-banyaknya (#AlasanBilangAjaRakus). Bete nggak keruan (siapa yang kepengen bete, coba?), gampang tersinggung, (kalau saya) mendadak sedih gila-gilaan, dan lain-lainnya.

Kami subjek pelaku? Salaaah! Jelas-jelas kami ngga bisa apa-apa! :p

Balik lagi ke masalah sakit-sakit itu yaa.. itu cuma baru sakit bulanan loh (walaupun cuma 5 hari dalam sebulan, tapi kalau terjadi setiap bulan... ah, bayangkanlah itu). Kata mama saya, saat melahirkan jaaaauh lebih gila lagi rasanya...

Jadi...

Setelah tau betapa sakit dan menderitanya wanita, seharusnya para pria ini mengerti bahwa sudah cukup kami ini menderita tanpa campur tangan kalian. Ga usah lah pake eksyen-eksyen ga penting yang menyakiti kami lagi.

Setelah tau betapa sakit dan menderitanya wanita, boleh dong kami memanjakan diri dengan berbelanja sepatu (walaupun kami sudah punya beberapa pasang sepatu berwarna hitam lainnya), baju, rok, celana jins, tas, aksesoris, peralatan make up, atau sekedar rileks di salon untuk di creambath, manicure pedicure, hairspa, dll dll?


Setelah tau betapa sakit dan menderitanya wanita, boleh dong kami bekerja tidak sekeras kalian (yang kodratnya adalah pemimpin keluarga)? Boleh dong uang yang kami dapatkan dari hasil kerja kami lari ke perawatan kecantikan yang harganya lumayan itu? Atau atasan sequin yang menggoda banget itu? Toh kalian juga yang menikmati, nantinya?


Setelah tau betapa sakit dan menderitanya wanita, boleh dong kalau ada yang berat-berat dan ribet, kalian saja lah yang mengangkatnya.. Kuku kami baru saja di manicure, gitu?


Setelah tau betapa sakit dan menderitanya wanita, boleh dong kalau kami menangis saat kami sedih? Atau mengeluh dan melampiaskan omelan kami pada kalian saat kami sudah tidak tahan lagi? Atau bermanja-manjaan saat kami ingin dipeluk? Atau tidak melakukan aktivitas wanita lainnya (seperti memasak dan beberes) saat kami tidak mood?


Setelah tau betapa sakit dan menderitanya wanita, boleh dong kalau kami justru yang diurus, bukan mengurus kalian?! Bisa kan cuci piring dan cuci setrika baju sendiri?


Setelah tau betapa sakit dan menderitanya wanita, boleh dong kalian memberikan kami satu hariiii saja dalam sebulan, penuh senyum yang tulus saat kami mengajak belanja, jangan lupa gesek pakai kartu kalian ya :)

Boleh dong kami minta ditraktir setiap kali makan di luar? (gak tau diri? enak aja, kalian yang bilang kami tidak gendut, apa salahnya sih makan? Kalau ga makan nanti kami mati loh?)
Boleh dong kami minta dibayarin setiap kali belanja bersama? (dan jangan bilang kami matre!)
Boleh dong kami minta dianter jemput, dan saat kalian telat menjemput kami, kami ngambek, mogok ngomong? (kalian pikir enak menunggu lama-lama?)
Eeeh, protes? Boleh dong, kalian menunggu dengan manis saat kami lama berdandan. Yaa, senyum yang cakep, jangan misuh-misuh!

Boleh ya? Boleh kan? Boleh dong ahhh! Hey, kami menderita loh. Remember?


Tapiiiii,

Kalau saya nggak kaya gitu... boleh kan?

*ga semua cewek kaya gitu kali, pret!

Saturday, February 5, 2011

New Resolution :)

Happy Chinese New Year!

Sebagai warga negara keturunan Tionghoa (yang kata orang lebih mirip half-caucasian (serius ini ada yang bilang, eaaa!), atau menado, bahkan ada yang bilang saya kaya agnes monika (#abaikan) - tapi saya, dengan bangga, mengaku sangat cina untuk beberapa hal yang menyangkut uang dan harga diri), ini harapan saya di tahun kelinci emas ini:

1. Get Wealthier.
Dalam segala aspek. Name it, money (menurut lo?), knowledge, experience, friends, gadgets (eh!?) and most important thing, faith & love. Ya, saya ingin lebih 'kaya'.. well i think y'all should too. To a better world!

2. Get Better.
Be a better servant.. a better leader and a better musician.. a better worshipper :), a better employee, a better daughter, a better sister, a better friend, a better entrepreneur (hopefully soon), a better planner, a better cook, a better illustrator, a better writer (new novel.. wismilak!), a better listener, a better advisor, a better earner, a better CSI fans (eh?), a better in everything! I just can't wait to be the best version of me!

3. Get Healthier.
Baru saja merencanakan lari pagi bersama si koko... kok males ya ko? baru kemaren ngomong tapi rasanya udah pupus lagi nih, macem lagunya dewa... auu auu auuu~ But anyway, janji ngurangin junk food di tahun-tahun lalu memang tersendat-sendat, tapi beneran sih, saya udah ngurangin jauh... gara-gara si koko bisa bikin ayam goreng yahud hakhakhakhak (lagi, #abaikan).

Sempat berpikir untuk jadi vegetarian, but i'm such a predator, i need meat to keep me sane! Nanti dulu deh.. hihihi.. tapi harus olahraga, no fitness-ing pastinya. Ada ide? Selain fitness dan berenang (trauma is painful, really)?

4. Get things done :)
Finish what I need to finish, start what I need to start.

Hampir lupa nih,
Saya juga kepingin jadi warga negara Indonesia yang lebih baik lagi :)

Kanpai!
*eh Kanpai itu bahasa Jepang ya? harusnya Gan pei, ya? :)

Thursday, November 18, 2010

tanggung jawab?

"Whatever life holds in store for me, I will never forget these words: "With great power comes great responsibility." This is my gift, my curse. Who am I? I'm Spider-man."

Ini quote kok gue-banget, sih!?

Tapi, saya bukan spiderman, atau spiderwoman, apalagi spiderwati! Who am I? Saya manusia biasa, ga punya superpower apapun. Walaupun sebenernya saya pengen banget punya satu (kebanyakan nonton Heroes nih!) - tapi.... back to the quote above.. ngeri, bok!

Siapa sih yang ngga pengen jadi 'super'? Lebih daripada orang biasa. Extraordinary. Beyond. Semua orang mau, kayanya. Tapi ngejalanin tanggungjawab-nya?

Halo? Males yah, bok.

Sedikit reminder dari seorang pewarta saat ada acara kemarin-kemarin ini, bahwa talenta yang Tuhan kasih ke kita itu harus bisa kita pertanggungjawabkan. Dipakai dengan benar atau nggak? Kalau kita tidak bisa memanage 'gift' yang Tuhan kasih itu, Dia akan kasih ke orang lain.

Yes, take them from you, and give it to other people.

Percaya nggak percaya, it happens. Lupakan konteks rohani yang saya katakan barusan. Coba aplikasikan ke kehidupan sehari-hari. It happens, rite?

Contoh kasus.. (kok saya seneng banget yah pake contoh kasus?)

Si A adalah seorang pendengar yang baik, begitu kata orang-orang. Ia pun seorang pemberi advis yang wise, sehingga banyak dari teman-temannya 'ketagihan' untuk curhat sama dia. 

Tapi, siapa yang sangka, ternyata mulutnya tidak sebaik yang orang kira. Singkat kata, mulutnya ember, bocor kemana-mana. Yak, rahasia si B, si C, si D, dst sukses jadi konsumsi publik dalam waktu singkat.
Lalu ia pun ditinggalkan oleh 'pasien-pasien'-nya. Salah siapa?

atau contoh lain,

Si Z bekerja di sebuah perusahaan jasa dalam bidang periklanan. Jabatannya cukup tinggi. Tugasnya memanage anak buahnya untuk mendapatkan sales yang lebih baik setiap bulan. Gajinya? jangan ditanyaaaa. Makan mewah di mall sehari 3 kali selama sebulan pun tidak akan menghabiskan gajinya. Mobil dipinjamkan oleh kantor, bensin di tanggung pol. Hmm..

Eskpetasi perusahaan, sudah pasti sales meningkat, dong. Juga, memastikan setiap anak buah melakukan pekerjaannya dengan baik dan benar untuk sampai ke tujuan utamanya itu - dalam arti, harus bisa jadi tumpuan dan tempat anak buahnya bertanya, mengajari mereka, sampai-sampai, 'nyebokin' kesalahan anak buahnya. Belum lagi, weekly, monthly report yang harus ia pertanggungjawabkan kepada atasannya lagi. Dan mungkin segambreng kerjaan dan tanggung jawab lainnya.

Duileh, berat ya? Oh well, untuk kompensasi dan fasilitas yang ia dapatkan, sudah sepantasnya, dong.
Bisa dibayangkan kalau ia tidak mampu memanage anak buahnya sehingga target tidak tercapai? Sebulan dua bulan mungkin masih OK. Kalau sudah berlarut-larut? Kalau saya jadi bos-nya pasti saya akan segera bertindak! 

Mungkin dengan sangat kejam! Nyaaahahahahahahha (ups..)

Saya bergidik.

I wanna be big. I wanna be great. I wanna be awesome and amazing in my own own way - and I'm pretty sure you want it too!

Berita lainnya, ternyata talent aja ngga cukup. Talent is never enough. 

"Ability may get you to the top, but it takes character to keep you there." - John Wooden.


PR-nya banyak yah, bok!
Tapi saya percaya.. with talent, responsible and good character.. you will be indispensable in any way. (yang mau nambahin, monggo!)

Sunday, May 30, 2010

calm, girl!

A friend (or more) mentioned that once about me. Over analyze things. I kept wondering if I were that girl...

Kept wondering about that = over analyze yada yada yada. :(

I was over analyzing about this one-thing today, it sucked my good mood, drained my joy and the most annoying.. it consumed my energy! (which i could use it to draw/write/cook/etc name something useful lah!)

and.. you know what? Things turned upside down when I, the one who over analyze things, realize that I actually mis-judge that one-thing! I lold inside, kept telling myself a dumbass, stupidiot, moronic little brat!

I told myself, if I wasn't over analyzing things today, I wouldn't spend the happiness for.. this.. Nothingness! And I just remembered one thing, we need to be calm when mess occur to save our own ass from thing called self-intimidation!

Whoosaaaah! I am calm now :)
Things get clearer when we calm. at least it works, for me.

When we had nothing left to stand up, we suddenly remember that we have God, and surrender seem to be the last thing on earth we could do, so we did.

God has just showed me again how to rely everything to Him wholeheartedly today. I'd like to do better than just oh-no-there's-no-other-way-oh-God-please-help-i-surrender but i-am-Yours-be-it-unto-me-oh-Lord :)

Sounds really hard to do, but here I am, Lord.. Be it unto me. :)

Wednesday, December 9, 2009

they called it.. L-kind-of-thing.

People thinks I am the girl-yanguratmalunyaudahputus.
They think I am a flirt-er, a hell-expert one.
Some of them think I am crazy.

Maybe I am.
But the hell with what people said.

People tells you are the "IT" guy they've been looking for.
They say girls are crazy about you. (and I kinda notice that they are, lol)
Some of them are officially your fans (and or groupie).

Maybe, most likely, they are.

Here's the thing..

It crawls from the tummy
crushed in my chest
like, really-really explode!

And soon after it goes doooown to my knees.
Thinkin' about possibilities... are shaking me!

I close my eyes everytime it happens.
But you are there.

Ssh, stop sneaking behind me!
Come and have a sit, so you could mend this..... awkwardness-y.

Soon they will start to think I am your fan, too.
Heck, I am not!
Not in a.. groupie-thing kind of way.

Oh, it happened again!
My chest could feel the heat-i-don't-even-know-what-it-is.

I think I could... just.... fainted (in classy way, of course) when I see you with my own eyes.
But, miraculously I just didn't.

I tried to be steady when I saw you from afar.
I walked toward you with the beat of the drums inside.
My heart skip a beat when you smile. Yes, that smile that kills *gasp*

.. and then it was gone.

What on earth was that?, I asked myself without wanting to be answered.

The nervousness and anxiety are gone.
The tummy stops tickling, or whatever it called.
My heart seemed not wanting to jump out.
and my lips were making a huge curve..

:)

yes like that. juuuust like that.

I think i am... lunaticly insane, in idiotic nice and silly ways but mad mad mad about you.

Hope that won't scare the hell out of you.
and note for you, okay, I am no fan for you.

I might be something else...
might be something more....

So.. are you in?

I really hope you're in :)

Friday, December 4, 2009

2009 best list!

Time flies, the poets said.

Seemed like I was just enjoying my new year 2009 and felt like been in a long pause then woke up catch my self here, standing at nearly the end of this very year!

I guess it's time to my 2009 best-list :)

TV Channel
FOXCRIME, of course!
CSI, CSI Miami, CSI NY, NCIS, Dexter, Burn Notice, Bones, The Practice, Rush, etc. If my TV's on, I might watch it. :)
Oh well I don't know why but I have a thing with crime-y movies.

I once asked my dad if I am allowed to be a detective. He laughs. No answer. Man!
I asked mom the very same question. She told me to turn the volume louder. (We are actually crazy for police-crime movie.. I asked her while watching Foxcrime that time) Man!!!

No, I don't wanna ask my brothers, they won't give a damn.
Oh, actually my elder brother was kinda into that Foxcrime as well. Muahahahaha! So he might give me a positive answer...

Second thought..... nah, forget it.

Song
Uhh, I don't know but it's been a while for me using "Fireflies" from Owl City as my ringtones :) As I told you before in my old post... magical tunes with dreamy lyrics.... Brilliant, Adam Young, that was reeeally brilliant!

Singer
This year I've been so random.. but the best might be Katy Perry. (And her cherry chapsticks!)

Book
Twilight Saga! Couldn't resist those kind of Edward (NOT robert pattinson!!!) and the way Stephanie Meyer's describing things... I adore you!!

Movie
UP! :) nonton sama si alwin hehehe

Girl Crush
Kristen Stewart, of course!
My kind of girl, banget! Muka judes, mata tajem. Totally sexy.

Guy Crush
gotta be........ Gerard Butler!
Sorry, Bale, you're still the best but this year is Butler's year..

Moment
Fall in love, again, with Jesus Christ. For a bonus, a hug from this decent guy. HA HA HA HA!

Thing
Si Mama is officially opened. It is small, warm, mouth-watering! Still working on things, do the best, let God do the rest :)

Laugh
Can't remember. I laughed more than I could ever recall.. kelebihan sukacita, they said :)

Experience
Ball Joint mobil patah! -nuff said-

apalagi yaa? hmm..

Thursday, November 26, 2009

phew!

This is awkward yet irritating, trust me.

Me and couple of friends chit chatting.
Me and couple of friends: *chat chat laugh chat etc*
he/she/it: *approaches*
he/she/it: *listening*
Me and couple of friends: *laugh*
he/she/it: *laugh*
he/she/it: who?

(nooooosyyyyyyyyy!!^$%&#$%@#)

Or.. this:

Me, in front of the computer.
Me: *seeing another friend's photo album on facebook*
he/she/it: who is it? *look at my computer*
Me: oh, a girl from junior high school.
he/she/it: who, sih?
Me: you don't know her, duh.

(Is it hard to realize that we don't share our life? And got yourself noted, I have more friends than you ever realize. And oh, we even never get into the same school!)

Or maybe this:

Me talking to Mom.
Me: last night i met A (a friend's name)
Mom: oh, it's been a long time!
Me: yes! and then we blahblahblah
he/she/it: A who? B's sister?
Me: ..... No. A friend you don't know!

(I know... annoying, isn't it?)

This could be mooore irritating.

Me chatting with Mom about something.
Me: Poor him, he is blahblahblah
Mom: aahh, can do nothing but pray for him..
Me: yes.. and what's more sad, he has little kids..
Mom: oh well, blahblahblah
Me: right.. i hope blahblah because he is blahblah
he/she/it: yeah, poor him.. he has little kids.. (this actually only copying my line)
Me: ......

(Copying my line, this person didn't even get involved into the conversation! Interfering some other's conversation is.... rude!)

This is not about interfering, but this might tacky as well:

Me, talking to this person.
Me: I just simply ignore that kind of person, or else i will be victim too!
he/she/it: yes, i agree.
Me: And i was like.. uhh..
he/she/it: yes, this person hurt you too much, eh?
Me: No, this person haven't really... do anything to me..
he/she/it: oh.
Me: *victory smile*

(gotcha, you-think-you-know-all-but-you-don't-and-always-trying-to-talk-like-you-understand-but-you-don't-and-sometimes-you-say-something-to-make-yourself-look-smart-but-you-just-don't!)

phew!

Tuesday, October 20, 2009

un-tag me.

Don't get me wrong, lagi-lagi postingan ini akan nyelepet... seseorang, atau dua orang. It might be you, sorry :-)

Sama seperti orang-orang kebanyakan, gue juga ketagihan fesbuk, tapi terus terang untuk membaca setiap status update semua orang, sih, gue udah ga kepengenan.

(Sebenarnya gue udah nulis panjang lebar, sekitar 3 paragraf tapi gue hapus.. I decided to make this reeeeeally fast.)

Ini yang mau gue slepetin.

Gue paling seneng kalo ada yang nge-tag gue dengan foto-foto jadoel, dimana kita semua masih culun. Bahkan foto cowo yang dulu gue anggep ganteng, pas diliat lagi, 'EH TOLONG BANGET' deh!

Dan kalo boleh jujur, aib dimasa lalu emang bikin malu, tapi menurut gue itu lah gue yang sesungguhnya beberapa taon yang lalu. Culun (ini sampe sekarang masih ya? hihihi), rambut belah tengah, cungkring banget, dan lain lainnya (ga tega ngomongin diri sendiri hihihi).

Memalukan? Emang! So what?

Di tengah kegilaan nge-tag-in foto-foto jadoel, pasti ada aja kasus seseorang, atau dua orang, atau lebih, yang men-untag dirinya sendiri dari foto jadoel tersebut yang di sinyalir menunjukkan dia yang lagi nggak banget. Lagi jerawatan kah, tatanan rambutnya kaya aaron kwok lah, masih gendut lah, berminyak banget lah, apa lah.

Sekali lagi ah.. So what? Gitu loh?!? *lebih nyus disebut dengan nada yang gaul abis, penuh penekanan disetiap kata!*

Gue beberapa kali sempet men-untag diri gue sendiri, tapi bukan karena gue tampak jelek di foto itu. Alesannya simpel, gue di tag di foto ato gambar ga jelas apa juntrungan dan rupanya, terus tuh komen dari orang-orang yang ikut di tag tuh, 'ngganggu' banget. (You can always define 'ngganggu' by yourself, deh.)

Is it that hard not to admit that we all looked crappy back in the old days?


Bo, kurang penting ya? But i need to spill trashes out, rite?

Wednesday, September 23, 2009

Almost everything.














*from getty*

This is about my own personal brat.

At first I was reddish. She, was bluish.. and soon after that, we were purplish.

We shared almost everything together. Everything but boys.

She knew what's inside my head, and I was a psychic for knowing what's she gonna do next.

We shared the same bed at school health center, ditching classes. Chat on the last page of our note book, talking about boys, what to eat, even mocking teachers on it. (We once got cynically mentioned in front of class by a teacher about this lol)

She cried when I did, I shed on tears when she was sad. We laughed hard when we found something funny. We bought the same keychain, stuffed animals, pencils, almost everything. We talked on phone every day although we knew we just met at school. We hang out at malls with friends, but ended up being just the two of us, eat, drink, item hunting, got a taxi then go home. Went to seafood stall near her house, ate clams like crazy while talking about boys, school, and probably, almost everything!

We fought sometimes. We refused to talk to each other many many times. We start being busy with our (ex) boyfriend(s). We got separated by times we got to college. We met new friends. Sometimes we miss our times together, in other time we just didn't have time to meet each other. In another time we met, talked, laughed, like crazy.

She always blame me everytime we cooked pastas, french fries, even said this,

"Setiap ketemu lo gue bawaannya makan melulu nih!"

... while having herself still being busy, blending the ice, mixing it up with sweetened milk (lotsa lotsa lotsss), cappuccino and get fat.

Ah, we exchanged our diary book.. sweet, eh?

Things are not always good between us, i made her disappointed many times, and she pissed me off pretty often.

I might not be the bestest friend she ever had.. I made her sad during her wedding day.. and when I realized that I did wrong, i still hurt her already. I am really really sorry.

Thank God everything's alright now. After small reunion last night, we dig the mall together, talking about almost everything, like we always did. I am happy! and I wish she is.

Not only that, after we got home, she called me, and we talked about.. almost everything!

Wish you all the best, dear. God bless your little family! and you know, I love you sister :-)

Sunday, September 13, 2009

mengganggu.

Ada hal yang mengganggu pikiran saya saat ini. Padahal saat ini sudah 2 jam lewat dari tengah malam, dan besok acara saya cukup padat, mana harus bangun pagi, sedap banget deh.

Seperti biasa, kalau ada yang mengganggu pikiran saya, agak susah untuk saya tidak mengomentarkan hal tersebut.

Halah, bahasa gue, formal banget sih! Back to slang, then.

Yaaaaa, ada yang ngganggu banget. banget banget. Maaf kalo ke'sentil' ya, but it might be you, it might just you. hehehe..

Jadi, sepulang ngumpul bersama brother sister ber-raker ria sore sampai malam tadi, gue nongkrong di sandwich bakar puri (yang STD banget tapi mahalnya malesin), dan sepulangnya gue berencana untuk langsung tidur soalnya besok cukup padat, tapi gue tergelitik untuk online sebentar, mumpung komputer ditinggal untuk nyedot lagu di torrent.

Lalu, ber-facebook-an lah gue. Selain itu ber twitiot dan ber plurki juga sih, ya tapi info ini sangat amat tidak penting dan off topic!!!

Oke, tanpa bermaksud kepo, gue hanya memperhatikan status orang-orang. Ada yang pulang kampung, lah.. Ada yang lagi ber g4ul lah, ada yang baru pulang nonton lah, ada yang udah mau tidur, ada yang ini ada yang itu. Ada juga yang baru di tag fotonya di album temannya (termasuk gue hekhehke), dan ada yang pamer foto-foto di tempat-tempat seru gitu..

Malem ini, gue menemukan satu stereotype anak muda gaul jakarta yang, menurut gue, hey-looooo? sumpelopentinggila!

Apakah itu? jeng jeng jeng jeng..

Foto "mesra" sama pasangan pacarnya. (if you notice the ".. yeah.)

Kalo foto prewed, ato foto sama suami/istri-nya sih, sebodo teuing deh. Posting foto "mesra" itu tuh.... ngga banget, joni!

Pelukan oke lah. Rangkulan oke lah. Pegangan tangan oke lah. Cium pipi oke deh. Foto nyaris *maaf* ciuman, haduh! Foto ciuman, yikes! Foto dengan pose dan rambut awut2an di kasur berdua dan muka berantakan..... please dong ah!

Sekalian aja foto ga pake baju, di kasur... lalalalala

Call me conservative, tapi posting foto-foto kaya gitu kok bikin.... males ya? Maksud gue, suka-suka lo deh lo mau foto seronok, kek, mesra, kek, apa kek, that's your freakin' business, tapi kalo udah diposting di, let's say, networking site kaya gitu dan semua orang bisa liat foto-foto lo.. what you expect from others sih?

Serius gue penasaran, what they expect from others to see that-kind-of-pic?

Horny? man. please dong.
Iri? ya tolong sih!
berpikir kalo wow-mereka-cocok-sekali? ... zzzzzz (ketiduran saking ngantuknya)

Maafkan, emang agak-agak ondos, lewat tengah malem gini masih aja mikir (yang notabene kaga penting), tapi bingung aja...

boleh dong bingung?
boleh kan? :-D

dan sayangnya kali ini gue nggak punya teori apapun untuk ngejawab pertanyaan gue itu.. huff. bantuin mikir dong!

ps. i miss you too much, B.. maybe. perhaps. probably. could be. most likely. yeah.

Saturday, July 11, 2009

happiness..

It soothes when I see..

..a couple, walking hand in hand, giggling around while the sun shines like no mercy, get in to a public transportation car, and still look happy.

..a daddy holds his babykid, while the mom busy with pieces of clothes in the SALE box.

..an old lady, working in the church, like almost everyday includes Sunday.

..a family, parents with 2 or 3 kids, having meal at colonel sanders' junk food resto, the dad looks dizzy counting the cost, the mom looks dizzy also for taming the excited kids.

..how a bowl of chicken porridge can make a boy (read: my little brother) super-happy.

..and many simple things. It's not only soothes, by the way.. it kills. It makes me cry sometimes.. how happiness could be assumed in different ways..

If you think driving old car is not enough, and you need a new car, look at the people who need to hop into one bus and another only to be in a place, in sunny and rainy days..

If you only care about Esprit, Louboutin or Balenciaga, think about people who could only care for "what to eat tomorrow"..

If you could think about fancy holiday, how about people who work very hard and sometimes far from home just to earn money so they can feed their beloved ones?

Be grateful for everything you have right now, at that point you will realize how lucky and blessed you are, and you couldn't really get a single reason not to be happy.

So.. what makes you happy? :-)

Saturday, July 4, 2009

Fear of God..

That.. might be one of the cause why I found you attractive.

*I.. daydreamed in the middle of the night*

Wednesday, May 27, 2009

semrawutan!

Kalau saya dulu pernah beranggapan bahwa tempat paling semrawut di Indonesia (untuk menyetir) adalah Bogor dan Bandung, maafkan saya.. cuma khilaf semata. Karenaaaaa, kayanya sih ada tempat yang lebih juara dibanding dua kota itu.. yaituuu....

Jelambar city

yes, maksudnya memang Jelambar yang di Jakarta Barat ituh.

Sebenernya saya males banget nulis ginian, tapi pagi ini saya sukses menggeleng-gelengkan kepala berkali-kali, sesekali berdecak gemas, tanpa makian, sungguh!

Kalau yang tau daerah sini, seperti Maria, ngerti banget pasti betapa rusuh-nya Jelambar. Bo, itu becak yang udah digusur, didalem sini masih eksis, loh! Belom lagi Bemo yang tampilannya juga sungguh vintage.. dan (mengutip kata bos saya) datangnya setiap Christmas, alias lama banget.. keseringan naik itu dijamin cepat dipecat! hehehehe

Belom lagi ncik-ncik bercelana pendek tanpa helm dan jaket yang ntah belajar dimana, naik motor dengan sangarnya. Kalo sangar tapi bener sih, ngga apa-apa deh, ncik. Nah ini, megang stang aja goyang-goyang! halah!

Salah satu temen saya bilang, Jelambar itu tuh kayak satu kota sendiri. Begitu lo masuk ke dalamnya, lo langsung berasa kalo lo ada di satu kota baru, dengan peradaban yang omg banget deh.

The good thing is, Jelambar tampaknya cukup mandiri, dalam artian, banyak banget tempat usaha didalamnya. Saya ngebayangin jadi orang Jelambar, ga keluarpun saya bisa survive, yakin! Contohnya aja bos saya, jarang keluar rumah, tetep eksis, tuh.

Dan.. semua orang (kebanyakan) tampaknya jadi sekarepnya ndewek. Yang bawa gerobak, tanpa peduli dibelakang ada mobil ngelakson kecil, dia tetep aja, loh, santai-santai.. berniat minggirin gerobaknya aja kaga! *jangan-jangan dia ga denger karena lg dengerin ipod :0*

Motor, jangan ditanya deh, edan. Sepeda juga. haduuuuuuhhh, tolonnnnnnggggg!

Ngga cuma mereka-mereka yang ber"kendaraan" ajah, pejalan kakinya juga..... uhh, bentji akuhh!

dan...

bayangkan saya harus menghadapinya setiap hari (kerja) dua kali, pagi dan sore/malam. fiuuhh!

Thursday, May 21, 2009

big tasks.

I gotta face it somehow.

The time is ticking and we gotta fasten our seatbelt by now. Then off to road!

My human thought said, "it's gonna be HARRRRRRRRRRD"
but the Spirit within me encourages me all the time, He said, "For with God nothing will be impossible." (Luke 1:37)

.. so the best thing to do is.... praying, and doing my part.. for i know He will do his. YEAH!

I can feel Him inside me till I wanna cry and laugh at the same time. It's weird, and silly, i know. But that happens, and it feels nice. Seemed like forever since I felt this.. and glad I'm back on (His) track :-)

Y'know, when your heart is really grateful to what God has done to your life, life seems easier. You will feel not sick anymore, even stronger, and... richer. hehehhee

I even start hoping again now. wishing. and asking about things... I kept saying to myself, "This seemed impossible..", but my soul praises Him in crazy ways, I started to ask God about it. about what He thinks about it. about what's the chance for me. hahahaa

I love you Jesus.

He did miraculous things for me, personally.
and i believe He's gonna do big big big big things!

and if He does crazy things for me.
Think sincerely about what He did to your life...

Crazy, eh? ;-)

Wednesday, May 20, 2009

i wish(ed)..

my life could be simpler.. 

But HE said "NO".

and I, will be obedient.
cos i know for sure,
HE will make it simpler,
in HIS way(s).